Sejarah Qurban

Sejarah Qurban

ASAL USUL QURBAN

‘Qurban’ yang berasal dari kata ‘Qurban’ yang berarti ‘kedekatan’. Nabi Ibrahim (AS) dalam kesediaannya untuk mengorbankan putranya Ismail, menunjukkan kedekatannya dengan Allah (SWT) dan dengan melakukan itu mewakili Islam yang benar atau ketundukan kepada Allah (SWT). Aqiqah Cimahi

Ibrahim (AS) mengalami mimpi di mana ia diperintahkan untuk mengorbankan putra kesayangannya Ismail (AS), pada awalnya, ia skeptis dan percaya itu adalah tipu daya iblis yang terkutuk. Setelah mengalami mimpi itu, malam berikutnya, ia kemudian mengerti bahwa itu adalah pesan dan perintah dari Allah (SWT).

Tanpa ragu dia mempersiapkan anaknya untuk pengorbanan. Ibrahim (AS) sangat mencintai putranya, namun ini bukanlah halangan untuk menghormati tugasnya yang diperintahkan oleh Allah (SWT) dan dengan demikian membuktikan ketundukan penuhnya kepada Allah (SWT).

Ibrahim (AS) membawa putranya ke puncak gunung Arafah dan di tangannya ada sebilah pisau dan tali. Setelah Kedatangan Dia menyebutkan mimpi itu kepada putranya Ismail (AS) dan membuatnya sadar bahwa Allah (SWT) telah menetapkan baginya untuk menjadi qurban dan dalam ketaatan putranya Ismail (AS) menerima apa yang diperintahkan kepadanya.

Ismail (AS) meminta agar tangan dan kakinya diikat untuk menghindari pergumulan selama pengorbanan dan agar ayahnya menutup mata agar tidak menyaksikan penderitaan anaknya. Ismail menyadari cinta ayahnya terhadapnya dan tahu bahwa ini akan sulit untuk disaksikan. Ketika Ibrahim (AS) mulai membawa qurban,

Allah (SWT) menggantikan Ismail dengan seekor domba jantan dan Ismail (AS) tidak terluka. Allah (SWT) menguji Ibrahim (AS) untuk melihat dedikasinya dalam penyerahannya (Islam) kepada penciptanya. Dalam kesediaannya untuk tunduk pada perintah Allah (SWT), Ibrahim (AS) berhasil lulus ujian dan Kurban bertindak sebagai pengingat akan dedikasi dan pengabdian Nabi Ibrahim (AS) yang kita cintai untuk mengabdi kepada Allah (SWT) dengan taat, inilah Islam yang benar. diri yang Allah (SWT) harapkan dari kita.

KAPAN QURBAN DILAKSANAKAN?


Qurban dilakukan pada musim perayaan Idul Adha selama ‘Dzulhijjah’ yang diterjemahkan sebagai ‘bulan haji’, bulan kedua belas dari kalender Islam. Ini menjadi pelajaran untuk menjalankan tugas kita dan terinspirasi oleh pengabdian Ibrahim (AS) kepada Allah (SWT).

Ini juga merupakan periode dimana haji khusus berlangsung yang merupakan salah satu dari lima rukun Islam wajib. Haji berlangsung pada hari kedelapan, kesembilan dan kesepuluh Dzulhijjah dan Idul Adha dimulai pada hari kesepuluh dan berakhir pada hari ketiga belas.

SIGNIFIKANSI QURBAN

“Untuk setiap rambut orang qurban Anda akan menerima pahala dari Allah, dan untuk setiap helai bulunya Anda akan menerima pahala.” [Al-Tirmidzi]

Qurban memiliki pahala yang sangat besar seperti yang disebutkan dalam sunnah dan hadits. Aspek terpenting dari Kurban adalah ketaatan dan ketaatan total kepada Allah (SWT). kata ‘Islam’ yang berarti penyerahan berasal dari.

Untuk menjadi seorang Muslim yang taat membutuhkan meninggalkan harga diri dan ego kita untuk mengabdikan diri sepenuhnya pada kehendak Allah (SWT). Melalui bimbingan pencipta kita itulah kita memperoleh kesuksesan sejati di Dunya (dunia ini) dan Akhira (berikutnya).

Ketundukan bukanlah satu-satunya pelajaran yang kita pelajari dari cerita di balik kurban. Pelajaran inti lainnya yang penting untuk praktik Islam dapat diperiksa, seperti;

Mempererat Persatuan (Wahda)

Qurban adalah pengorbanan yang mendorong persatuan melalui pembagian dan distribusi daging kepada mereka yang membutuhkan makanan. Baik itu dibagikan kepada Muslim atau non-Muslim. Daging dibagikan untuk membantu mereka yang membutuhkan dukungan Anda. Dengan melakukan itu, kami mendorong perdamaian, berkah, dan persatuan di antara semua orang di dalam keluarga manusia. Rahmat Allah SWT adalah untuk semua ciptaannya dan kami membantu siapa pun yang membutuhkannya.

Tanda Kesalehan (Taqwa)

“Daging mereka tidak akan sampai kepada Allah, juga tidak akan darah mereka, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah kesalehan dari Anda. Demikianlah, telah Kami tundukkan kepada Anda sehingga Anda dapat memuliakan Allah karena [kepada] yang Dia telah membimbing Anda; dan memberikan kabar baik kepada para pelaku kebaikan ”. Al-Qur’an [22:37]

Qurban memiliki poin penting yang terletak pada amalannya, yaitu ibadah kepada Allah yang merupakan hakikat di balik pengorbanan. Allah (SWT) dalam segala kemuliaan-Nya tidak membutuhkan amal kita juga tidak membutuhkan pengorbanan kita. Dia menghendaki dan kita mengikuti, yang perlu dia katakan adalah menjadi apa adanya.

Dia adalah pemberi hidup dan pengambil dan semua akan kembali padanya. Tidak ada yang kita lakukan menguntungkan Allah (SWT), apa yang diperintahkan Allah () adalah rahmat dan manfaat bagi kita. Apa yang kita qurbankan adalah memberi makan yang membutuhkan dari keluarga kita, kita semua adalah anak-anak Adam (AS) dan semua orang adalah saudara kita.

Selain itu, kami memelihara cinta kami untuk Akhirah dan kesalehan kami dalam perbuatan baik kami dan kesediaan untuk mematuhi setiap perintah yang diberikan kepada kami oleh pencipta kami yang pada gilirannya, meningkatkan “Iman” dan “Taqwa” (Iman dan takut tuhan). Selain itu, kita memperkuat sabr atau “pasien” kita yang memungkinkan untuk melepaskan cinta dunia ini dan hartanya yang singkat dengan berqurban kepada Allah (SWT) yang sebenarnya adalah qurban untuk sesama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *