Anjuran dan Larangan Pada 10 Hari Dzulhijjah

Anjuran dan Larangan Bulan Dzulhijjah

ANJURAN DAN LARANGAN DARI 10 HARI PERTAMA DZULHIJJA

Dzulhijjah adalah bulan terakhir dalam kalender Islam. Ini membawa makna religius yang besar karena itu adalah bulan di mana jutaan Muslim menunaikan haji; rukun Islam kelima dan terakhir. Seperti biasa dengan hari atau acara keagamaan apa pun. Anjuran dan larangan juga terdapat pada awal bulan Dzulhijjah ini.

Anjuran dan larangan yang harus dilakukan dari tanggal 1 Dzulhijah hingga tanggal 10, hari umat Islam merayakan Idul Adha. Di bawah ini kami akan menjelaskan keduanya secara rinci. Aqiqah Cimahi

Anjuran dan Larangan

Anjuran dan larangan pertama dan terpenting, anjuran puasa. Anjuran untuk berpuasa selama 10 hari pertama Dzulhijjah. Bagi non-jamaah jika mereka tidak dapat berpuasa selama sepuluh hari penuh, maka sangat dianjurkan untuk berpuasa pada tanggal 9.

Anjuran kedua, anjuran Qurban. Muslim dewasa diwajibkan untuk melakukan Qurban untuk diri mereka sendiri dan setiap anggota keluarga mereka. Anjuran qurban di beberapa belahan dunia mengacu pada Sunnah Ibrahim yang mengharuskan pengorbanan hewan (biasanya kambing, sapi, atau kerbau) dan kemudian membagikan dagingnya dalam tiga kelompok; satu untuk keluargamu; satu untuk tetangga dan satu untuk orang miskin.

Anjuran terlibat dalam Zikir dan Tasbih. Sepuluh hari pertama Dzulhijjah harus dihabiskan dalam keadaan Zikr, Tasbih, dan Tajweed. Membaca Alquran adalah praktik standar.

Larangan

Ada dua petunjuk penting yang harus dihindari.

Larangan pertama berhubungan dengan qurban. Saat menunaikan qurban, selalu pastikan bahwa hewan yang akan dikurbankan sesuai dengan aturan qurban. Hewan tersebut tidak boleh bayi (harus berusia setidaknya satu tahun). Itu tidak dapat cacat fisik atau buta dan tidak dapat dibayar dengan uang yang bukan Halaal (uang diperoleh dari Bunga).

Larangan kedua sedikit lebih dekat dengan asal. Larangan keras mengeluarkan apa pun secara fisik dari kulit selama sepuluh hari pertama Dzulhijjah. Dengan kata lain, Muslim mendapat larangan memotong rambut, kuku, atau mencukur mereka selama ini. Sejak mereka memulai niat untuk mengurbankan hewan hingga hari mereka melakukan pengorbanan, mereka mendapat larangan untuk dengan sengaja membuang bagian mana pun dari kulitnya.

Jutaan Muslim akan menunaikan anjuran ibadah Haji tahun ini dan lebih banyak lagi yang akan menunaikan anjuran qurban. Alangkah baiknya apabila kita sebagai umat Muslim sangat memperhatikan anjuran dan larangan yang telah ditetapkan. Semoga Allah menerima haji dan Kurban kami dan memberi pahala yang sepatutnya kami saat ini dan nanti. Aqiqah Nurul Hayat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *