Hak Anak-Anak dalam Islam

Hak anak-anak dalam Islam

Hak anak dalam Islam

Anak dalam Islam merupakan kesenangan hidup. Islam memberikan perhatian khusus kepada anak-anak dan Syariah Islam menyatakan bahwa anak memiliki hak dan kewajiban terhadap orang tua. Anak-anak dan dampak lingkungan dalam membesarkan mereka! Aqiqah Cimahi

Seorang anak mendapatkan gambaran pertama tentang kehidupan yang diabadikan dalam pikirannya dari lingkungan orang tuanya. Nabi (SAW) bersabda: “Tidak ada anak yang lahir tetapi memiliki Keyakinan Islam, tetapi orang tuanya mengubahnya menjadi seorang Yahudi atau Kristen”. Orang tua memiliki pengaruh terbesar terhadap agama dan moral anak. Oleh karena itu, kepentingan anak dan masa depan bangsa bergantung pada kebenaran anak. Oleh karena itu, hak anak dimulai sejak sebelum mereka lahir; memilih ibu yang baik dan ayah yang baik, seperti yang telah kami ilustrasikan.

Hak Anak sebelum kelahiran

Anak-anak dalam Islam pra kelahiran mempunyai hak yaitu jika kedua belah pihak (orang tua) berhasil memilih satu sama lain, anak- anak dalam Islam berhak: dilindungi dari setan dan ini terjadi ketika memasukkan sperma ayah ke dalam rahim ibu. Nabi (SAW) memberi tahu umat Islam tentang doa yang harus mereka lakukan selama hubungan seksual, yang melindungi janin dari Setan. Ibn Abbas, semoga Allah meridhoi dia, melaporkan bahwa Nabi bersabda: “Jika ada di antara kamu yang berniat pergi ke istrinya, bersabda: dalam nama Allah, ya Allah lindungi kami dari Stan dan jauhkan Stan dari itu kamu telah menganugerahkan kepada kita, dan jika ditakdirkan bahwa mereka harus memiliki seorang anak, maka Setan tidak akan pernah dapat menyakitinya. “

Hak Anak untuk Hidup

Anak-anak dalam Islam berhak untuk hidup pada saat berkembang menjadi janin di dalam rahim ibunya, anak mendapatkan hak hidup yang dinyatakan dalam Islam. Islam melarang aborsi. Haram (dilarang oleh Islam) bagi seorang wanita untuk menjatuhkan janinnya sebelum melahirkan karena itu adalah amanah yang diberikan kepadanya oleh Allah. Janin memiliki hak untuk hidup dan haram untuk menyakiti atau menyakitinya. Syariah Islam memandang janin sebagai manusia yang tidak boleh dibunuh segera setelah ia berusia empat bulan dan ketika jiwa dihirup ke dalamnya. Ada diyah (uang darah wajib) yang harus dibayarkan oleh siapa saja yang membunuh janin.

Hak Anak untuk Penamaan yang Baik

Anak-anak dalam Islam dari ajaran Rasulullah, setiap anggota keluarga diberi nama yang baik. Ini adalah salah satu hak atas anak-anak dalam Islam. Merupakan kewajiban bagi orang tua agar anak mereka diberi nama yang baik. Memberi seorang anak nama yang indah dan terhormat sangatlah penting. Rasul Allah tidak menyukai kata harb (perang) dan tidak suka mendengarnya. Nabi bersabda: “Nama-nama yang disayang Allah adalah Abdulla dan Abdur Rahman, yang paling benar adalah Harith (pembajak) dan Hammam (energik) dan yang terburuk adalah Harb (perang) dan Murrah (pahit)”

Hak Anak untuk Aqiqah

Anak-anak dalam Islam setelah mereka lahir berhak mendapat aqiqah (pengorbanan pada saat lahir). Itu berarti pengorbanan hewan (ini juga merupakan ciri khas Millat-u-Ibrahim, agama Nabi Ibrahim) pada hari ketujuh kelahiran anak tersebut. Ini adalah Sunnah yang telah dikonfirmasi (tradisi kenabian). Ini semacam menunjukkan kebahagiaan bagi bayi yang baru lahir itu. Nabi, ketika ditanya tentang aqiqah, bersabda: “Aku tidak suka ketidaktaatan dan kepada siapapun seorang anak lahir dan dia ingin melakukan aqiqah atas nama itu, dia harus mengorbankan dua kambing untuk anak laki-laki dan satu kambing untuk seorang gadis”. Aqiqah Cimahi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *